Senin, 24 November 2014

" Hadiri Job Fair Disnaker Bali Tgi. 18-19 Juli 2014 di GOR Lila Bhuana Jl. Melati Denpasar "

" Kami mengundang perusahaan untuk menjadi peserta Job Fair Bali Tgl. 18-19 Juli 2014 Info hub. 0361-225596 "

" Kami mengundang perusahaan untuk menjadi peserta Job Fair Bali Tgl. 18-19 Juli 2014 Info hub. 0361-225596 "

" Pelayanan Penggunaan Tenaga Kerja Asing Telp/Fax : 0361-225400 "

" Pelayanan Bursa Kerja Online Di Gedung A Disnakertrans Prov. Bali, Jl. Raya Puputan Renon Denpasar. Tersedia free internet bagi pencari kerja dan penyedia kerja, layanan bimbingan karir, dll. "

" bagi perusahaan yang baru mendaftar, kontak admin kami di 0361-225596 atau email : disnaker@bursakerjabali.com untuk mengaktifkan lowongan anda "

" Untuk User name yang lama, silahkan klik lupa password, dan user name bisa pakai alamat email Anda "

" Bila anda menemukan Error mohon kontak kami di disnaker@bursakerjabali.com "

USAHA JAMUR TIRAM PUTIH

USAHA JAMUR TIRAM PUTIH *)

AA Gede Supuja, SE. (39) yang akrab dipanggil Gung Puja dan AA Sri Mahyuni, SE. (29) dengan nama panggilan Gung Diah, tahun 2004 mengikuti kegiatan Tenaga Kerja Pemuda Mandiri Profesional (TKPMP). Kegiatan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Bali ini mendidik para sarjana pencari kerja agar mampu berwirausaha. Kebersamaan dalam kegiatan itu telah menumbuhkan rasa cinta kasih kedua insan ini dan akhirnya mereka menikah. Pasutri yang tinggal di Banjar Tegal, Desa Selat, Abiansemal, Badung ini telah menggeluti beberapa jenis usaha seperti usaha tambak udang, berjualan mobil bekas dan bisnis tanaman hias, namun selalu gagal. Berbekal pengalaman enam tahun berwirausaha itu, awal tahun 2011 mereka mulai menekuni usaha jamur tiram putih (pleurotus ostreatus / white oyster mushroom).

Bisnis Jamur

Jamur merupakan makanan yang bergizi tinggi. Kandungan lemaknya yang rendah menyebabkan jamur layak dikonsumsi, apalagi bagi yang berdiet. Jamur tiram yang teksturnya seperti daging ayam merupakan makanan favorit bagi vegetarian atau orang yang tidak mau memakan daging. Kandungan nutrisi pada jamur juga terbilang lengkap. Selain kaya vitamin dan serat, jamur juga memiliki kandungan mineral seperti kalium, kalsium, natrium, fosfor, besi dan magnesium. Jamur tiram dipercaya sebagai makanan yang bisa menurunkan kolesterol, antibakterial, antioksidan dan antitumor.  Jamur ini juga dipercaya oleh kalangan tertentu bisa menyembuhkan penyakit asma, lever, diabetes, jantung lemah, anemia hingga kanker.

Meningkatnya animo masyarakat mengkonsumsi makanan sehat telah menaikkan permintaan akan jamur konsumsi. Hal ini menyebabkan jamur memiliki nilai jual yang baik sehingga layak dibudidayakan dan menjadi sumber pendapatan. Dari segi bisnis, budidaya jamur sangat menguntungkan karena masa inkubasi jamur hanya 30 hari dan selanjutnya berproduksi alias bisa dipanen selama 120 hari (4 bulan). Dengan demikian perputaran modal juga cepat.

AgroMedia (2010) membuat analisis usaha jamur tiram untuk rumah produksi jamur (kumbung) berukuran 6 x 6 meter dengan bibit 2.500 baglogs (media tumbuh). Disebutkan bahwa hasil penjualan hampir dua kali biaya yang dikeluarkan dengan keuntungan hampir 100 %. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa usaha jamur sangat layak dilakukan.

Kelebihan lain budidaya jamur adalah bahan baku mudah didapat, hemat tempat, teknologi budidaya mudah dipelajari dan kecil risiko gagal. Dalam budidaya jamur tiram memang terdapat beberapa kendala, misalnya cuaca panas yang bisa mengganggu kelembaban media tanam. Jamur tiram hanya bisa tumbuh dengan kelembaban udara  60 % - 70 %. Oleh karena itu, petani harus menjaga kelembaban udara kumbungnya supaya jamur tumbuh subur dengan cara mengatur ventilasi dan penyiraman.

Gung Puja yang masih tergolong pebisnis baru di usaha jamur, memiliki kumbung berukuran 6 x 8 meter. Rumah jamur ini berkapasitas 4.000 baglogs, tetapi saat ini baru diisi 500 baglogs. Dari jumlah baglog itu, setiap hari bisa dipanen rata-rata 7 kg. jamur dengan masa panen selama 4 bulan. Harga jual sekitar Rp. 25.000,- per kilogram. Keuntungan yang didapat dirasakannya sangat memuaskan.

Dari pengalaman selama enam bulan berbisnis jamur, Gung Puja yakin usahanya pasti sukses. Melihat keberhasilan Gung Puja, salah seorang temannya yang pernah berbisnis jamur dan sudah beralih ke bisnis lain, sekarang kembali lagi berbisnis jamur. Bagi Gung Puja, makin banyak yang menekuni usaha ini akan makin baik, karena jamur menjadi makin cepat memasyarakat dan memiliki harga jual yang baik. Dia juga siap bermitra dengan pemilik modal untuk mengembangkan bisnis jamur tiram.

Dia menyarankan agar setiap keluarga memelihara jamur tiram untuk konsumsi keluarga atau dijual untuk menambah penghasilan. Dengan 100 baglogs bibit jamur a’ Rp. 3.000,- maka jamur akan menjadi konsumsi keluarga selama 4 bulan. Teknis pemeliharaannya sangat mudah dan hemat tempat karena memakai sistim bertingkat. Bagi keluarga yang ingin berbisnis jamur skala kecil, jumlah jamur yang dipelihara tentu harus disesuaikan dengan pasar yang bisa dikuasai.

Pasutri pengusaha jamur ini telah mempelajari pasar jamur. Peluang pasar jamur masih sangat luas karena yang tergarap masih terfokus di kota melalui pasar swalayan. Pembeli  jamur  mayoritas dari  hotel dan restoran/rumah makan yang menyajikan menu

olahan jamur.  Pasar  jamur di pasar swalayan  sudah  diisi  oleh  pengusaha  besar dan pembayaran barang  yang  disetor  oleh  pemasok  (supplier)  sangat  lama.  Karena itu,  mereka memilih  memasarkan  jamur  melalui  pedagang  di  pasar  tradisional. Permintaan sangat banyak namun karena produksi masih terbatas, mereka hanya bisa memasok pedagang di Pasar Sukawati, Blahbatuh, Mas dan Peliatan di Kabupaten Gianyar. Jatah para pedagang ini pun dibatasi agar semuanya mendapat bagian.

Peluang bisnis tidak sebatas jamur segar saja, tetapi juga meliputi produk olahan seperti jamur kalengan, kripik jamur, abon jamur dan jamur kering untuk obat. Gung Diah menjelaskan aneka macam makanan olahan dari jamur tiram seperti pepes jamur, capcay jamur, jamur goreng renyah (crispy), lawar jamur, sate jamur dan aneka masakan vegetarian. Dia yang hobi memasak siap mengajarkan aneka masakan berbahan dasar jamur, baik bagi kalangan rumah tangga maupun yang akan berbisnis makanan dari jamur. Dia menginginkan ada lomba memasak makanan berbahan dasar jamur untuk mempercepat pemasyarakatan jamur.

Memasyarakatnya budidaya jamur dan pangan dari jamur akan membuat jamur makin berharga, peluang pasar makin luas, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi pengangguran serta menunjang program penganeka-ragaman pangan dari Pemprov Bali.

Waralaba

Pemasaran makanan berbahan jamur saat ini sudah dimasuki sistem penjualan waralaba (franchaise) yang dilakukan oleh pengusaha luar Bali. Salah satu perusahaan waralaba yang sudah merambah Denpasar adalah Mr. JaC (Jamur Crispy) yang berpusat di Surabaya. Perusahaan ini sudah memiliki puluhan outlet di Jawa dan Bali. Kantor cabang untuk Denpasar ada di Jalan Pulau Bangka, sedangkan outlet ada di Jalan Nangka Utara, Jalan Nusa Kambangan, Monang Maning, Sesetan dan WR Supratman. Omzet setiap outlet sekitar 80 porsi/hari dengan harga Rp. 6.000,-/porsi. Keuntungan yang didapat sangat memuaskan. Outlet makanan jamur ini juga melayani pesanan untuk konsumsi acara ulang tahun atau pesta.

Perusahaan Jamur Mr. JaC menawarkan peluang bisnis melalui pola kemitraan bagi masyarakat yang berminat menjual pangan olahan jamur. Dengan investasi Rp. 6,5 juta, mitra kerja akan mendapat bimbingan bisnis dan bahan baku awal secara gratis. Dengan omzet yang setara dengan perolehan setiap outlet yang sudah beroperasi di Denpasar, maka keuntungan per bulan sekitar Rp. 2,5 juta.

Peluang bisnis jamur tiram telah terbuka bagi masyarakat Bali yang ingin sejahtera atau melepaskan predikat penganggur. Kaum perempuan sangat cocok dalam upaya memasyarakatkan budidaya jamur dan pangan berbahan jamur, karena usaha ini memerlukan ketelatenan dan tidak membutuhkan tenaga fisik yang besar. Idealnya di Bali ada pengusaha sekaliber Mr. JaC. yang mampu berbisnis jamur dari pembudi-dayaan hingga penjualan produk olahan jamur. Jika ini terjadi, maka kesejahteraan masyarakat Bali makin meningkat dan pengangguran makin berkurang.

*) Penulis : Drs. I Wayan Nurjaya, M.Si, Kasi. Usaha Mandiri & Tenaga Kerja Sektor Informal Disnakertransduk Provinsi Bali (HP. 081338024161)